This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 31 Mei 2017

Gelar Tradisi Komunitas Budaya Jatim di Jember

Gelar Tradisi Komunitas Budaya Jatim di Jember 
 
Kesenian khas tradisional Singo Ulung asal Kabupaten Bondowoso
  Sebanyak 12 komunitas budaya di Jawa Timur memperagakan kesenian dan adat istiadat mereka di depan warga Jember dalam Gelar Tradisi Komunitas Budaya se-Jawa Timur di Alun-Alun Jember. Acara yang digelar sejak Sabtu (10/11/2012) dan ditutup Selasa (13/11/2012).12 komunitas budaya itu berasal dari Kabupaten Jember, Banyuwangi,
Bondowoso, Probolinggo, Malang, Kediri, Trenggalek, Bojonegoro,
Gresik, Sampang dan Sumenep. Acara yang digelar oleh Direktorat
Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu cukup
mendapat antusias warga yang bermain ke Alun-ALun Jember.
Sayangnya, publikasi untuk acara tersebut minim dan kurang tertata
dengan baik. Meski antusias, jumlah penonton tidak sampai membludak
memenuhi Alun-Alun Jember seperti saat pelaksanaan sejumlah kegiatan
dalam Bulan Berkunjung ke Jember yang dilakukan di tempat yang sama.
Bahkan sejumlah penonton bingung ketika ingin menanyakan jadwal
penampilan kesenian tradisional. Padahal acara itu untuk memperingati
Hari Budaya Dunia. Acara tersebut juga baru pertama digelar di Jawa
Timur.
Seperti terlihat dalam pementasan sejumlah kesenian tradisional pada
Senin (12/11/2012) malam. Penonton tidak sampai membludak di depan panggung yang disediakan panitia. Beruntung mereka mendapat hiburan yang unik dari kesenian tradisional dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur.
Sejak usai adzan Maghrib, warga disuguhi kesenian dan upacara
Nggemblang dari Kabupaten Bojonegoro dilanjutkan dengan pagelaran seni
tari Kerencengan dan upacara adat Molod dari Kabupaten Gresik.
Warga makin antusias ketika seniman Singo Ulung dari Kabupaten
Bondowoso beraksi. Singo Ulung atau singa jagoan merupakan kesenian
tradisional khas Bondowoso. Tiga 'singa' yang berbulu putih menari
sambil beratraksi melompati lubang api. Selain Singo Ulung, pelaku
seni asal Bondowoso juga menampilkan upacara adat Pojian atau pujian.
"Itu kesenian menyebut nama Allah dan memujinya juga Nabi Muhammad.
Tradisi ini banyak dilakukan di bulan Sya'ban untuk acara bersih desa
juga digelar di rumah-rumah yang mempunyai hajatan seperti
perkawinan," ujar Sutikno, pelaku seni Singo Ulung dan Pojian dari
Padepokan Gema Buana, Prajekan Kabupaten Bondowoso.
Sedangkan Kabupaten sampang menampilkan upacara adat penyucian senjata
yakni Ghumbak dan kesenian tradisional Bakbeng. Semakin malam warga
dihibur dengan kesenian Gandrung dari Banyuwangi. Warga juga diberi
wawasan tentang prosesi seseorang menjadi Gandrung dalam Meras Gandrung.
Dirjen Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dan Tradisi,
Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Gendro Nurhadi mengatakan gelar tradisi itu untuk menyadarkan
masyarakat kalau banyak kesenian tradisional di Indonesia, khususnya
Jawa Timur. "Acara ini sekaligus untuk menggugah kesadaran warga agar
mereka peduli. Kesenian lokal ini harus diangkat jangan malah
ditenggelamkan," tegas Gendro.
Pernyataan Gendro tentu tidak muluk-muluk. Hal itu terlihat dari
penasarannya sejumlah warga, terutama anak-anak dengan kesenian
tradisional tersebut seperti ketika mereka terkagum-kagum dan
penasaran dengan Singo Ulung dan Pojian.
Anak-anak memberikan tepuk tangan meriah ketika seorang pelaku seni memanjat bambu lurus setinggi sembilan meter dan bergaya seperti burung terbang di atas puncak bambu.

kesenian kota jember

KESENIAN KOTA JEMBER
Seni dan Budaya daerah merupakan warisan dengan harga tak ternilai yang sepatutnya kita lesatarikan. Dalam kenyataannya dewasa ini konsistensi budaya daerah dari waktu ke waktu semakin memprihatinkan dan semakin tergeser oleh budaya modern yang lebih digemari oleh generasi muda sekarang. Banyak sekali dampak negatif yang akan ditimbulkan dengan semakin tergesernya budaya traditional, yang utama adalah hilangnya jatidiri suatu wilayah, yang akan berujung hilangnya identitas suatu bangsa. Jika kita mampu untuk menikmati dan meresapi setiap kesenian daerah yang kita tonton, sebenarnya budaya asli tidak kalah menarik dengan budaya modern yang berkembang sekarang, karena biasanya kesenian daerah yang dipertunjukkan memiliki cerita dengan makna yang sangat mendalam. Mengingat pentingnya budaya daerah yang harus kita lestarikan, kesempatan kali ini penulis akan membagikan beberapa budaya asli dari wilayah Kabupaten Jember - Jawa Timur yang ternyata Kabupaten ini memiliki segudang seni dan budaya yang sangat menarik dan patut untuk dikenal sebagai bagian dari kekayaan budaya di Indonesia.
1. MUSIK PATROL
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Salah satu kesenian yang menjadi salah satu aset kebudaya Kabupaten Jember ini memiliki harmonisasi lantunan nada-nada yang unik dan menarik untuk dinikmati. Suara yang menarik dihasilkan oleh alat berupa tabung kayu dengan berbagai ukuran dipadukan dengan peralatan musik seruling. Lagu yang dinyanyikan dalam musik patrol adalah lagu daerah seperti Jawa, Madura, dan banyuwangi.
2. CAN-MACANAN KADHUK
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Can-macanan Kadhuk diambil dari bahasa Madura yang berarti Macan yang terbuat dari karung goni, karena pada awal pembuatannya, bentuk anggota badan macan dibuat dari karung goni yang pada waktu itu merupakan bahan yang mudah di dapat. Latar belakang kesenian Can-Macanan Kadhuk berasal dari tradisi pekerja/petani perkebunan untuk menjaga pertanian dan hasil kebun dari hewan liar dan pencuri. Di Kabupaten Jember kesenian ini biasanya diselenggarakan terbatas untuk memeriahkan hari-hari besar dan acara hajatan.
3. TAK-BUTAKAN
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Seperti Can-Macanan Kadhuk Kesenian Tak-Butakan yang dapat ditemukan di daerah Kamal juga diambil dari bahasa Madura yang artinya boneka raksasa dedemit. Tak-Butakan mirip dengan kesenian khas betawi yaitu ondel-ondel tetapi pada kesenian Tak-Butakan identik dengan wajah seram dan menakutkan. Tak-Buatakan dibuat dengan tinggi sekitar 4-5 meter dengan rangka kayu sebagai rangka utama dan bentuk wajah dibuat dari topeng kayu yang diukir seseram mungkin. Saat melakukan atraksi kesenian ini  Pagelaran kesenian ini biasanya dilakukan pada acara selamatan desa dan acara besar desa lainnya.
4. TARI LAHBAKO
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Tari khas Jember ini mengandung arti mengolah tembakau, diperagakan oleh penari perempuan dengan menggunakan kostum pakaian ala petani tembakau dengan berbagai aksesoris pelengkap seperti anting, bendera kecil, dan hiasan lainnya yang berbentuk daun tembakau. Dalam penampilannya penari berkolaborasi dengan musik patrol sebagai pengiring yang merupakan musik khas traditional Jember.
5. TARI LENGGER
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Tarian ini merupakan tarian asli daerah Jember yang memiliki nilai seni dan unsur sakral yang sangat tinggi, awal mulanya muncul dalam tradisi perkebunan khususnya perkebunan kopi daerah Panti yang ditampilkan pada tengah malam sampai menjelang pagi sebagai bentuk syukur terhadap hasil yang dicapai.
6. LARUNG SESAJI
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Adalah ritual tahunan nelayan selatan Jember yang bertujuan untuk mengungkap rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan panen ikan yang didapatkan. Cara ritual ini adalah mengarak dan melepaskan sejumlah sesajian berupa sepotong kepala kambing, dan bahan pelengkap lainnya yang diletakkan di atas sebuah replika perahu yang dilepaskan oleh sesepuh ke tengah samudra.
7. TOTA'AN MERPATI
Kesenian Khas Jember Yang Unik dan Menarik
Merupakan kesenian yang pertama kali digelar di daerah Semboro sebagai simbol kedamaian dengan melepaskan ratusan ekor burung merpati. Acara ini biasanya digelar dua tahun sekali dan menjadi kegiatan rutin dengan pengikut serta pengunjung yang sangat banyak.
Seni dan Budaya yang sudah dijelaskan di atas merupakan sebagian kecil kesenian yang ada di Kabupaten Jember. Keunikan yang ada tentunya sangat sayang jika tidak kita lestarikan untuk dapat dinikmati secara terus menerus. Peran serta masyarakat serta pemerintah daerah dalam melestarikan kesenian khas Jember tentunya harus menjadi perhatian khusus agar kesenian tersebut terus berkembang.

sejarah kota jember

Asal Usul Kota Jember 

Image result for tentang jember

VERSI SATU
Pada jaman dulu. Saat pulau Jawa masih lebih banyak hutan belantara dibanding populasi yang ada. Manusia seringkali melakukan perpindahan untuk mencari tempat yang lebih baik. Ini bercerita tentang dua kelompok migrasi.

Kelompok pertama berasal dari suku Jawa. Jawa timur pedalaman. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Bojonegoro, Ponorogo dan sekitarnya. Kelompok migrasi kedua adalah Dari suku Madura. Kedua kelompok tersebut mencari tempat yang lebih baik dari sebelumnya. Keduanya bertemu pada satu titik.

Kelompok pertama dari suku Jawa berkata,”Nang kene ae, lemahe sik jembar”. Artinya, disini saja tanahnya masih luas. Kelompok kedua dari suku Madura juga berujar, “Iyeh, neng dinnak beih, tananah gik jembher”. Artinya, Iya disini saja, tanahnya masih luas. Begitulah awal terjadinya akulturasi. Percampuran kebudayaan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kata kata jembar dan jembher berevolusi menjadi seperti yang kita tahu sekarang, JEMBER.

VERSI DUA
Dahulu kala, di tepi pantai selatan Pulau Jawa terdapat kerajaan makmur dan tentram. Rajanya arif dan bijaksana. Segala hasil bumi negerinya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. Karena itulah, rakyatnya hidup makmur.Kemakmuran kerajaan itu mengundang decak kagum dari kerajaan-kerajaan lain. Namun, juga mengundang niat jahat sekelompok bajak laut. 

Mereka ingin menaklukan dan menguasai kerajaan itu. Ketika para pengawal kerajaan sedang lengah, kelompok bajak laut menyerang. Menghadapi serbuan mendadak itu, pasukan kerajaan kalang kabut. Raja ikut berjuang langsung untuk mempertahankan kerajaannya. Namun ia lalu gugur dalam serangan itu. Begitu pula dengan putra-putra dan para menterinya.

Para pasukan hanya berhasil menyelamatkan putri Raja yang bernama Putri Jembarsari. Ia lah satu-satunya pewaris kerajaan yang masih selamat. Para pasukan lalu membawa sang putri ke daerah yang aman, jauh dari kerajaan.Kawanan bajak laut bergembira atas kemenangan itu. Kini, kerajaan itu pun dipimpin oleh kepala bajak laut.

Sementara itu, pengawal kerajaan yang membawa lari Putri Jembarsari tiba di tempat tersembunyi. Selama dalam persembunyian, Putri Jembarsari diajarkan berbagai ilmu beladiri. Putri Jembarsari pun dapat dengan mudah menerima berbagai ilmu itu. Kini, Putri Jembarsari tumbuh menjadi gadis yang cantik dan menguasai berbagai ilmu beladiri. 




Iapun lalu diangkat menjadi pemimpin.Di daerah itu Putri Jembarsari dan pasukannya membuka hutan belantara menjadi sebuah perkampungan yang aman. Lama-kelamaan, banyak orang dari luar daerah berdatangan, lalu bermukim disana. Akhirnya, daerah itu menjadi sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh Putri Jembarsari.

Sementara kerajaan Putri Jembersari semakin besar, tidak demikian halnya dengan kerajaan para bajak laut yang makin terpuruk. Rakyat daerah itu tidak puas dengan pemimpinnya hingga sering terjadi pemberontakan. Dalam pemberontakan yang terakhir, raja bajak laut tewas.Rakyat di kerajaan bajak laut lalu mencari Putri Jembarsari

Mereka meminta Putri Jembarsari mengambil alih kembali kerajaan bajak laut dan meneruskan tahta ayahandanya.

Namun, Putri Jembarsari bingung. Ia berpikir,Aku kan sudah memiliki kerajaan sendiri. Kalau aku menjadi Ratu di kerajaan bajak laut, siapa yang akan memimpin kerajaan ini? “Namun, penasihatnya memberi usul. Kata penasihat kerajaan, lebih baik kedua kerajaan itu digabung saja. Pasti rakyat kedua kerajaan tidak akan keberatan. 

Putri Jembarsari lalu memutuskan‚Baiklah. Itu usul yang baik. Aku setuju untuk menggabungkan dua kerajaan ini.Usul itu pun dilaksanakan. Kini, kerajaan yang dipimpin Putri Jembarsari makin luas. Ternyata, masih saja ada yang iri hati dengan kesuksesan Putri Jembarsari. Ketika mengadakan kunjungan keluar kota, Putri Jembarsari dan pasukannya diserang oleh orang yang iri hati.

Karena tidak siap menghadapi serangan mendadak, Putri Jembarsari gugur. Seluruh rakyat berduka. Untuk mengenang jasanya, nama Putri Jembarsari diabadikan menjadi nama kerajaan itu, yaitu Kerajaan Jembarsari. Lama-kelamaan, nama itu berubah menjadi Jember dan tetap abadi sampai sekarang. Jember terletak di Jawa Timur.

VERSI TIGA
Alkisah ada putri raja Brawijaya bernama Endang Ratnawati. Putri ini cantik jelita hingga membuat para pria ingin berlomba melamarnya. Tapi rupanya sang putri selalu menolak lamaran karena masih belum mau berumah tangga. 

Sang putri lalu berniat menyepi. Sang putri keluar masuk hutan hingga berada di suatu daerah terpencil. Saat putri mandi di sungai Jompo datanglah seorang satria yang menggodanya. 

Hingga akhirnya satria menodai sang putri. Sang putri pun sedih. Dan karena larut dengan kesedihannya sang putri akhirnya mengeluh. 'Jember, jember badanku sudah kotor ternoda'. Lalu ia pun bunuh diri di sungai itu. Mayatnya kemudian ditemukan oleh orang dan dicari lah keluarganya. 

Karena tidak ketemu maka dikuburkanlah sang putri di tepi sungai Bedadung. Raja Brawijaya pun mencari-cari putri nya yang tak kunjung pulang. Hingga akhirnya terdengar kabar kalau sang putri sudah dikuburkan di suatu tempat yang akhirnya di kasih nama Jember (gumaman dari sang putri saat mengeluh).

VERSI EMPAT
Dulu Jember adalah sebuah hutan yang lebat dengan pohon yang sangat besar. sebegitu besarnya pohon tersebut, orang dewasa tidak bisa merangkul dan mempertemukan jemari tangan kiri dan kanannya. Butuh lebih dari satu orang untuk merangkul sebatang pohon. 

Selain hutan dan segala isi di dalamnya, yang ada hanya sungai, gundukan tanah, dan lautan rawa. Jika-pun ada tanah yang terhampar, bisa dipastikan tanah tersebut adalah tanah yang becek. Orang-orang menyebut wilayah ini dengan Jembrek. Bisa diartikan becek dan berlumpur. Kondisi tersebut semakin menjadi-jadi manakala turun hujan. 

Jika turunnya hujan sangat deras, wilayah yang terbentang di kaki Pegunungan Hyang dan tak jauh dari Gunung Raung ini juga rawan banjir. Sungai-sungai akan meluapkan air. Kata Bapak, ini namanya banjir maling.

Seiring berlalunya waktu, pengucapan kata Jembrek berubah menjadi Jember

Sebuah situs blog yang memuat tulisan (hasil wawancara dari seorang jurnalis Suara Soerabaia bernama Tiong Gwan. Dia berhasil membuat tangkapan sesaat mengenai situasi kota Jember tahun 1920. Berikut adalah cuplikannya. "Bila ada toeroen oedjan ketjil sadja, soedah tjoekoep membikin straat Djember berobah mendjadi laoetan loempoer."


VERSI LIMA
Sekali peristiwa, datang seorang tamu bernama Ki Ageng Kedu yang hendak menghadap Sunan Kudus. tamu tersebut mengendarai sebuah tampah. sesampainya di Kudus Ki Ageng Kedu tidak lah langsung menghadap Sunan Kudus, melainkan memamerkan kesaktianya dengan mengendarai tampah serta berputar - putar diangkasa. 

Seketika dilihatnya oleh Sunan Kudus, maka beliau murka sambil mengatakan, bahwa tamu Ki Ageng Kedu ini menyombongkan kesaktianya. Sesudah di sabda oleh beliau, berkat kesaktian Sunan Kudus, tampah yang ditumpangi Ki Ageng Kedu itupun meluncur ke bawah hingga jatuh ke tanah yang becek (bhs. Jawa : ngecember), sehingga tempat tersebut kemudian dinamakan Jember.


VERSI KEENAM

Kabupaten Jember dibentuk berdasarkan Staatsblad Nomor 322 tanggal 9 Agustus 1928 dan sebagai dasar hukum mulai berlaku tanggal 1 Januari 1929. Pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan ketentuan tentang penataan kembali pemerintah desentralisasi di wilayah Provinsi Jawa Timur, antara lain dengan menunjuk Regenschap Djember sebagai masyarakat kesatuan hukum yang berdiri sendiri. Secara resmi ketentuan tersebut diterbitkan oleh Sekretaris Umum Pemerintah Hindia Belanda (De Aglemeene Secretaris) G.R. Erdbrink, 21 Agustus 1928

makanan khas jember


Suwar Suwir Makanan Khas Dari Jember, Jawa Timur

Makanan khas Jember satu ini hampir mirip dengan Dodol, namun terbuat dari bahan dasar tape. Namanya adalah Suwar Suwir.
Apakah Suwar Suwir itu?

Suwar Suwir adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari bahan dasar tape. Suwar Suwir ini memiliki bentuk persegi panjang kecil dengan tampilan yang berwarna-warni. Sekilas makanan ini hampir mirip dengan Dodol, namun memiliki rasa dan tekstur yang sedikit berbeda. Suwar Suwir ini merupakan salah satu makanan khas dari Jember, Jawa Timur. Selain itu makanan ini juga sering dijadikan sebagai oleh-oleh bagi para wisatawan yang berkunjung ke sana.
Keistimewaan Suwar Suwir
Suwar Suwir ini memang sekilas hampir mirip dengan Dodol, namun rasa dan teksturnya sedikit berbeda. Suwar Suwir ini memiliki rasa lebih manis, legit dan sedikit asam, karena terbuat dari bahan dasar tape (fermentasi dari singkong). Untuk teksturnya terasa lebih padat namun bila digigit terasa empuk dan terasa lembut di lidah. Suwar Suwir ini biasanya dibuat dengan berbagai rasa, namun tidak meninggalkan cita rasa aslinya.
Pengolahan Suwar Suwir
Proses pengolahan Suwar Suwir ini juga hampir sama dengan Dodol maupun Jenang. Pertama tape dicampur dengan gula dan diaduk menggunakan mesin pencampur hingga menjadi adonan halus. Kemudian adonan tersebut dimasak menggunakan wajan besar dan diaduk. Lalu diberi perasa tambahan dan diaduk kembali hingga rata dan mengental. Setelah  adonan mengental kemudian didinginkan di atas loyang dan diberi sedikit pewarna makanan. Apabila adonan sudah menjadi Suwar Suwir kemudian dilepas dari loyang dan dipotong-potong kecil. Pada proses terakhir, Suwar Suwir dikemas dengan menggunakan kertas minyak dan dibungkus  dengan plastik.
Cita Rasa Suwar Suwir
Makanan ini didominasi oleh rasa manis, legit dan sedikit asam. Selain itu rasa asli tape juga sangat terasa sehingga memberikan cita rasa yang sangat khas. Untuk teksturnya terlihat padat, bila digigit terasa lembut dan lumer di lidah. Suwar Suwir ini juga dibuat dengan rasa yang bervariasi seperti rasa sirsak, stroberi, pandan, coklat dan lain-lain.
Tempat Kuliner Suwar Suwir
Bagi anda yang berkunjung ke Kota Jember, tentu kurang lengkap rasanya bila belum menikmati dan membawa pulang makanan khas satu ini. Suwar Suwir ini merupakan salah satu makanan khas Jember yang cukup terkenal. Di Jember sendiri banyak terdapat industri rumahan yang memproduksi makanan ini. Suwar Suwir ini biasanya banyak dijual di warung-warung maupun toko oleh-oleh yang ada di kota Jember.
Sekian pengenalan tentang “Suwar Suwir Makanan Khas Dari Jember, Jawa Timur”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang aneka ragam kuliner tradisional di Indonesia

wisata jember

Papuma, Pantai Terindah di Jatim
JAWA Timur punya banyak memiliki pantai-pantai yang eksotis. Salah satu di antara pantai yang eksotis ini adalah Pantai Papuma di Jember. Buat wisatawan yang pertama kali datang, pasti akan terkesima dengan kemolekan Pantai Papuma termasuk saya. Pantai Tanjung Papuma terletak di Kecamatan Wuluhan, 45 kilometer arah selatan Kota Jember.
Dari kota Jember, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Namun, saat memasuki kawasan pantai ini harus ekstra hati-hati karena masih rusak dan waspada jika hujan, pasalnya jalanan tanah dan licin.
Pantai Papuma dikenal juga sebagai Pantai Tanjung Papuma, ya karena letaknya yang menjorok laut dan disebut sebagai tanjung.
Seperti kita tahu tanjung adalah daratan kecil yang menjorok ke laut, sedangkan Papuma berasal dari akronim "pasir putih malikan". Malikan adalah nama yang diberikan oleh Perhutani setelah mulai membuka lokasi wisata ini.
Pantai Papuma di Jember, Jawa Timur.
Walaupun akses jalan menuju Pantai Papuma ini masih rusak, tetapi jangan khawatir mencari makan di sini. Karena saat ini di kawasan Pantai Papuma banyak terdapat warung makan.
Saya sempat mencoba salah satu warung makan di sini karena tertarik dengan menu seafood yang ditawarkan. Harganya pun juga tidak terlalu mahal. Ada baiknya sebelum memesan hidangan, kita menanyakan terlebih dahulu harganya karena kalau tidak cocok kita bisa memilih warung makan lain. Hidangan rata-rata di warung makan sini juga lumayan enak ternyata.
Jember mulai banyak dikenal orang karena Jember Fashion Karnivalnya. Tetapi tidak banyak yang mengetahui kalau Jember punya daya tarik lain seperti Pantai Papuma ini.
Jember berawal dari kota kecil yang menjadi kampung halaman para pegawai perkebunan tembakau dan kopi di daerah sekitarnya. Jember kini telah berevolusi menjadi kota kabupaten yang rapi dan lengkap. Jalan di dalam kota Jember sangat nyaman untuk dilalui becak dan mobil.
Kualitas jalan yang baik terbukti dari jenis becak yang pendek dan rapi seperti halnya di kota berbasis cagar budaya, sehingga pengayuh tak mesti bersusah payah melaju di jalan raya. Taman kota dirapikan dan trotoar jalan dibersihkan. Akses ke dan dari Surabaya serta kota besar lainnya dibuka lebar.
Sebagai salah satu kota kabupaten yang menjadi gerbang masuk ke berbagai tujuan wisata alam di Jawa Timur, memang Jember terlihat serius menyiapkan pariwisata daerahnya. Terbukti Pantai Papuma ini 5 tahun silam kawasan ini tidak terawat dan akses sangat susah. Namun siapa sangka saat ini masalah infrastruktur mulai dibenahi meskipun akses jalan ke Papuma harus banyak diperbaiki.
Meski demikian, rasa puas akan terbayar ketika kita sampai ke Pantai Papuma ini. Banyak batu besar dan landscape yang menawan. Ombak di sini termasuk besar dan agak berbahaya jika dipakai untuk snorkeling. Tipikal pantai-pantai selatan Jawa yang menghadap langsung Samudera Hindia ombaknya begitu besar. Tetapi yang perlu dcatat, pantai-pantai di sini sangat memanjakan mata.
Sebelum memasuki kawasan pantai kita akan melewati wisata hutan yang sebagian besar ditanami pohon jati. Selanjutnya setelah masuk gerbang area wisata kita akan melihat hutan yang dipenuhi pohon-pohon yang masih alami seperti palem, serut dan beragam pohon kecil lainnya. Konon hutan ini masih menyimpan berbagi macam flora dan fauna tropis, seperti berbagai jenis burung dan juga lutung yang bergelantungan di pohon.
Setelah melewati hutan malikan kita akan disuguhi hamparan pasir putih yang bersih. Di sepanjang pasir putih sebelah barat terdapat perahu-perahu nelayan yang sedang bersandar. Apabila ingin melihat nelayan turun dari kapal datanglah antara jam 11.00 sampai 13.00 dan kita bisa membeli langsung ikan hasil tangkapan nelayan untuk dibakar di pinggir pantai. Lebih praktis lagi paling enak bakar ikan. Caranya, kita bawa saja ikan tersebut  ke warung-warung makan yang banyak terdapat di sini untuk dibakar.
Yang membuat cantik pemandangan pantai di sini karena banyaknya karang-karang, di mana jika sedang surut kita bisa melihat jelas karang-karang ini. Ada tujuh karang besar di Papuma. Deretan pulau karang ini memiliki nama sendiri-sendiri yang diambil dari tokoh pewayangan seperti, Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, dan Pulau Kajang.
Ada juga Pulau Kodok karena pulau karang ini bentuknya mirip dengan kodok raksasa yang timbul tenggelam di tengah laut.
Serunya kita bisa memotret banyak angle yang bagus di kawasan pantai ini. Untuk bisa memotret bagus kita bisa menyusuri tepi pantai yang banyak terdapat karang-karangnya. Selain itu kita bisa menaiki salah satu dari sekian banyak bukit karang di Pantai Papuma sehingga kita bisa melihat bebas di kanan dan kiri pantai ini. Sungguh Pantai Papuma merupakan surganya fotografer yang ingin mengabadikan pantai.
Penginapan
Jika wisatawan ingin bermalam di Tanjung Papuma terdapat beberapa vila yang disewakan oleh pengelola wisata dari pihak Perhutani. Harga penginapan bervariasi tergantung fasilitas yang tersedia, seperti kamar ber AC, single bed, kamar mandi dalam, TV dan beranda kecil. Tarif berkisar Rp 300.000 - Rp 400.000.
Namun jangan khawatir di Kota Jember juga tersedia penginapan sambil berburu berbagai makanan khas kota ini.
Di Kota Jember, lokasi penginapan di seputaran alun-alun kota karena ini tempatnya strategis untuk bersantai sambil berkuliner. Tarif penginapan bervariasi mulai Rp 70.000 hingga Rp 100.000 per kamar non AC dengan fasilitas kamar mandi dalam, TV dan single bed.
Tarif kamar sebesar Rp 120.000 ke atas sudah termasuk fasilitas AC, kamar mandi dalam, TV dan sarapan pagi. Beberapa penginapan itu seperti Hotel Merdeka yang ada di dekat alun-alun Kota Jember.