Rabu, 31 Mei 2017

Gelar Tradisi Komunitas Budaya Jatim di Jember

Gelar Tradisi Komunitas Budaya Jatim di Jember 
 
Kesenian khas tradisional Singo Ulung asal Kabupaten Bondowoso
  Sebanyak 12 komunitas budaya di Jawa Timur memperagakan kesenian dan adat istiadat mereka di depan warga Jember dalam Gelar Tradisi Komunitas Budaya se-Jawa Timur di Alun-Alun Jember. Acara yang digelar sejak Sabtu (10/11/2012) dan ditutup Selasa (13/11/2012).12 komunitas budaya itu berasal dari Kabupaten Jember, Banyuwangi,
Bondowoso, Probolinggo, Malang, Kediri, Trenggalek, Bojonegoro,
Gresik, Sampang dan Sumenep. Acara yang digelar oleh Direktorat
Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI itu cukup
mendapat antusias warga yang bermain ke Alun-ALun Jember.
Sayangnya, publikasi untuk acara tersebut minim dan kurang tertata
dengan baik. Meski antusias, jumlah penonton tidak sampai membludak
memenuhi Alun-Alun Jember seperti saat pelaksanaan sejumlah kegiatan
dalam Bulan Berkunjung ke Jember yang dilakukan di tempat yang sama.
Bahkan sejumlah penonton bingung ketika ingin menanyakan jadwal
penampilan kesenian tradisional. Padahal acara itu untuk memperingati
Hari Budaya Dunia. Acara tersebut juga baru pertama digelar di Jawa
Timur.
Seperti terlihat dalam pementasan sejumlah kesenian tradisional pada
Senin (12/11/2012) malam. Penonton tidak sampai membludak di depan panggung yang disediakan panitia. Beruntung mereka mendapat hiburan yang unik dari kesenian tradisional dari sejumlah kabupaten di Jawa Timur.
Sejak usai adzan Maghrib, warga disuguhi kesenian dan upacara
Nggemblang dari Kabupaten Bojonegoro dilanjutkan dengan pagelaran seni
tari Kerencengan dan upacara adat Molod dari Kabupaten Gresik.
Warga makin antusias ketika seniman Singo Ulung dari Kabupaten
Bondowoso beraksi. Singo Ulung atau singa jagoan merupakan kesenian
tradisional khas Bondowoso. Tiga 'singa' yang berbulu putih menari
sambil beratraksi melompati lubang api. Selain Singo Ulung, pelaku
seni asal Bondowoso juga menampilkan upacara adat Pojian atau pujian.
"Itu kesenian menyebut nama Allah dan memujinya juga Nabi Muhammad.
Tradisi ini banyak dilakukan di bulan Sya'ban untuk acara bersih desa
juga digelar di rumah-rumah yang mempunyai hajatan seperti
perkawinan," ujar Sutikno, pelaku seni Singo Ulung dan Pojian dari
Padepokan Gema Buana, Prajekan Kabupaten Bondowoso.
Sedangkan Kabupaten sampang menampilkan upacara adat penyucian senjata
yakni Ghumbak dan kesenian tradisional Bakbeng. Semakin malam warga
dihibur dengan kesenian Gandrung dari Banyuwangi. Warga juga diberi
wawasan tentang prosesi seseorang menjadi Gandrung dalam Meras Gandrung.
Dirjen Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dan Tradisi,
Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI
Gendro Nurhadi mengatakan gelar tradisi itu untuk menyadarkan
masyarakat kalau banyak kesenian tradisional di Indonesia, khususnya
Jawa Timur. "Acara ini sekaligus untuk menggugah kesadaran warga agar
mereka peduli. Kesenian lokal ini harus diangkat jangan malah
ditenggelamkan," tegas Gendro.
Pernyataan Gendro tentu tidak muluk-muluk. Hal itu terlihat dari
penasarannya sejumlah warga, terutama anak-anak dengan kesenian
tradisional tersebut seperti ketika mereka terkagum-kagum dan
penasaran dengan Singo Ulung dan Pojian.
Anak-anak memberikan tepuk tangan meriah ketika seorang pelaku seni memanjat bambu lurus setinggi sembilan meter dan bergaya seperti burung terbang di atas puncak bambu.

0 komentar:

Posting Komentar